Pengertian Polimerisasi Sejarah, Jenis, Proses Dan Manfaat

seputarkelas.com – pengertian polimerisasi sejarah, jenis, proses dan manfaat

Istilah polimer dan polimerisasi mungkin terdengar asing bagi kita. Namun tanpa disadari, dalam kehidupan sehari-hari kita sudah memanfaatkan barang-barang hasil polimerisasi ini. Botol minum, map plastik, kertas, ban dan kantong plastik adalah produk-produk hasil polimerisasi.

Apa itu Polimerisasi?

Polimerisasi merupakan sebuah proses kimia dimana senyawa dengan berat molekul rendah (nomorer), reagen, secara kimia dimasukkan ke dalam kelompok yang sama sehingga menimbulkan molekul besar yang disebut polimer.

Dengan kata lain polimerisasi merupakan sebuah proses reaksi kimia dimana terdapat dua molekul atau lebih bergabung. Molekul-molekul tersebut kemudian membentuk molekul yang lebih besar dan mengandung unit struktur berulang.

Proses polimerisasi dapat terjadi dengan berbagai proses dan mekanisme reaksi yang bervariasi dan kompleks karena terdapat gugus fungsional dalam reaktan dan efek sterik yang melekat.

Sejarah Polimerisasi

Sebelum tahun 1920an, para ahli kimia meragukan teori yang menyatakan keberadaan molekul yang memiliki berat lebih dari beberapa ribu. Adalah Herman Staudiger, seorang berkebangsaan Jerman yang mendukung teori tersebut. Ia adalah seorang ahli Kimia yang telah lama mempelajari tentang senyawa alami seperti karet dan selulosa.

Staudiger berpendapat bahwa berbagai senyawa alami tersebut terdiri dari makromolekul yang terdiri dari 10.000 atom atau lebih. Staudiger kemudian merumuskan struktur polimer karet, yang didasarkan pada isoprene berulang. Penulisan ini kemudian disebut dengan monomer. Atas penemuannya, Staudiger kemudian dianugerahi hadiah nobel pada tahun 1993.

Industry polimer mulai berkembang pada tahun 1839 ketika Charles Goodyear menemukan vulkanisasi. Setelah itu, berbagai modifikasi polimer pun mulai berkembang. Diantaranya modifikasi selulosa dengan asam nitrat pada 1870, poli fenol etana pada tahun 1930 dan polietena pada tahun 1933.

Jenis Polimerisasi

Terdapat dua jenis umum polimerisasi, yakni :

1. Polimerisasi adisi

Polimerisasi adisi merupakan bentuk polimerisasi dengan menambahkan unit monomer yang terus dipacu oleh intermediet. Dimana biasanya merupakan radikal, anion, kation dan membentuk polimer. Proses ini biasanya terjadi pada unit monomer dengan ikatan rangkap. Proses reaksi adisi mengakibatkan terbukanya ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal.

Polimer yang dihasilkan melalui proses ini memiliki sifat sukar bereaksi secara kimia. Oleh karenanya polimer adisi merupakan non-biodegradable.

Baca Juga : Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi

Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi

2. Polimerisasi kondensasi

Proses ini merupakan pembentukan polimer dengan proses penggabungan molekul-molekul kecil melalui reaksi yang melibatkan gugus fungsi dengan atau tanpa melepaskan molekul kecil.

Polimer dari proses ini antara lain polyester, poliamida, polisiloksan dan poliuretana. Polimer hasil proses kondensasi bersifat lebih biodegradable jika dibandingkan dengan polimerisasi adisi.

Manfaat Polimerisasi

Proses polimerisasi telah memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan manusia. Industri polimerisasi merupakan industri padat karya dimana industry tersebut menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Karenanya industry ini berperan besar dalam mengurangi tingkat pengangguran.

Selain itu, jenis dan manfaat dari industri polimer plastik diantaranya :

  1. Polietena banyak digunakan untuk membuat botol, pembungkus dan isolator alat-alat listrik.
  2. Polimer jenis ini banyak digunakan untuk tali, karung dan lain-lain.
  3. Polivinilklorida (PVC) dimanfaatkan untuk membuat pipa air, tongkat dan pelapis lantai.
  4. Teflon (PFEE) banyak digunakan untuk pelapis alat-alat memasak.
  5. Polisitera digunakan sebagai pembungkus gelas dan piring plastik
  6. Polimel metakrilat digunakan sebagai pengganti gelas

 

Selain polimerisasi plastik, terdapat juga pemanfaatan dalam serat sintesis yakni :

  1. Nilon 66 banyak digunakan untuk membuat jala, tenda, parasut dan lain-lain.
  2. Orlon digunakan sebagai bahan pembuat pakaian dan karpet.
  3. Serat mineral, serat jenis ini berasal dari bahan asbestos,  biasanya digunakan Kan sebagai bahan pembuatan kaca,  botol,  fiberglass dan lainnya
  4. Serat Poliester, serat ini merupakan jenis serat buatan atau sintetis yang biasanya digunakan Kan untuk bahan pakaian bantal dan jok lainnya,  jenis serat ini mempunyai sifat yang susah untuk menyerap keringat jadi serat ini mempunyai

 

Jenis industri polimerisasi karet serta manfaatnya diantaranya :

1. Karet alam

Karet alam merupakan bentuk polimerisasi alami karena terdiri dari rangkaian isoprena yang berasal dari alam. Banyak digunakan untuk membuat ban kendaraan.

2. Karet sintesis

Beberapa jenis dan manfaat polimerisasi karet sintesis diantaranya :

1. Neoprena digunakan untuk membuat sarung tangan, selang karet dan lain-lain.

2. Karet nitril, pemanfaatannya kurang lebih sama seperti neoprena.

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang pengertian polimerisasi sejarah, jenis, proses dan manfaat Semoga apa yang sudah kami sampaikan tadi bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.