Perbedaan Intrakulikuler, Kokurikuler Dan Ekstrakulikuler

seputarkelas.com – perbedaan intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler Pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud berusaha untuk menyelenggarakan pendidikan sebaik mungkin agar cita-cita pendidikan dapat tercapai. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 yang membahas tentang tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan ini selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa pendidikan adalah untuk mendidik anak menjadi manusia yang sempurna dalam hidupnya. Maksudnya adalah anak mampu menciptakan kehidupan yang selaras dengan aman dan masyarakat.

Dengan tujuan tersebut, maka sekolah dan berbagai pihak terkait menyusun kurikulum dan berbagai kegiatan teknis lainnya agar anak dapat mengembangkan potensinya dengan maksimal. tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, namun juga melalui berbagai kegiatan lain.

Peran Sekolah

Sekolah dalam prakteknya merupakan sebuah lembaga pendidikan nasional yang terikat pada aturan formal serta nilai dan norma yang berlaku, memiliki program dan target sasaran tertentu serta memiliki struktur kepengurusan dan diselenggarakan secara resmi.

Peran sekolah menurut Karsidi adalah :

  1. Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat ang beruna bagi agama, bangsa dan negara
  2. Membuat anak didik belajar bergaul dengan semua warga sekolah
  3. Membuat anak didik menjadi disiplin dan menaati peraturan yang berlaku di sekolah

Untuk menjalankan peran tersebut, sekolah kemudian menyelenggarakan berbagai kegiata seperti kegiatan-kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan mengenai perbedaan diantara ketiganya.

Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler

Intrakulikuer

Kegiatan intrakulikuler adalah kegiatan sekolah yang berlangsung dalam jam pelajaran setiap hari. Kegiatan intrakulikuler merupakan kegiatan utama sekolah. Kegiatan ini berlangsung dalam alokasi waktu tertentu dan telah diatur dalam struktur program.

Kegiatan belajar mengajar sehari-hari merupakan contoh kegiatan intrakulikuler. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar minimal tujuan dari setiap mata pelajaran yang diajarkan dapat tercapai.

Kokurikuler

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dikhususkan untuk memperdalam dan menghayati mata pelajaran yang telah dipelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh peserta didik secara pribadi maupun secara kelompok.

Pemberian tugas untuk dikerjakan di rumah merupakan salah satu contoh dari kegiatan kokurikuler. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ini adalah pendidik harus menghindari terjadinya tumpeng tindih antara satu mata pelajaran tertentu dengan mata pelajaran lainnya yang terkait.

Selain itu, perlu diingat bahwa peserta didi memiliki kemampuan yang terbatas sehingga pemberian tugas oleh pendidik jangan sampai “berlebihan”. Perlu diperhatikan pula pendidik mata pelajaran lain yang memberi tugas agar peserta didik tidak memikul beban belajar yang terlalu berat. Karena itulah, koordinasi dan kerja sama antar sesama pendidik harus diperhatikan.

Dalam menyusun kegiatan korikuler, tenaga pendidik harus memperhatikan beberapa hal berikut :

  1. Kegiatan kokurikuler tidak membuat beban belajar peserta didik menjadi berlebih
  2. Kegiatan tidak membuat adanya biaya tambahan baru yang akan memberatkan peserta didik dan orang tua
  3. Kegiatan harus memiliki kaitan langsung dengan kegiatan intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler harus mampu memberi siswa kesempatan untuk mendalami dan menghayati materi yang dibahas
  4. Dilakukan dengan system administrasi yang teratur, terdapat penilaian dan pemantauan dari pendidik

Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan peserta didik, mengembangkan nilai-nilai serta menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari dalam kegiatan sehari-hari, baik pelajaran inti maupun pelajaran pilihan.

Kegiatan ektrakurikuler dilakukan dengan penekanan pada kegiatan kelompok dan biasanya dilaksanakan di luar jam sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan minat dan bakat peserta didik, kondisi lingkungan serta sosial budaya lingkungan sekitar.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pendampingan dari guru sekolah atau petugas tertentu. Contoh kegiatan ekstrakurikuler di sekolah misalnya adalah pencinta alam, pencinta Bahasa Inggris, basket, sepak bola, voli dan lain sebagainya.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan sebagai wahana untuk memperluas wawasan peserta didik menyangkut pelajaran yang telah dipelajari. Selain itu agar menjadi wahana untuk membangun nilai dan sikap positif dalam diri peserta didik.

itulah pembahasan seputarkelas mengenai perbedaan intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler, semoga materi diatas bermanfaat untuk kalian semua. dan jangan lupa kunjungi seputarkelas.com untuk tau lebih banyak seputar materi dan contoh soal pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *